Selasa, 14 Oktober 2008

Osama Bin Laden


Matanya tajam seperti belati tentara


Demo BBM

pak tua yang tersenyum pulas tanpa beban, walau harga BBM dinyatakan mengalami kenaikan sebesar 30 %.......

PASUKAN BERANI MATI

apapun yang terjadi hanya Allah SWT yang tahu. perjuanganmu adalah sejarah bagi kami, demi bangsa Agama dan tanah air.................................... Aku yang selalu mendambakanmu..?

GUNUNG HIMALAYA


GUNUNG LATIMOJONG


GUNUNG RINJANI


GUNUNG KERINCI


GUNUNG SEMERU


VERTICAL RESCUE


CARABINER


Cobra Tim Bhayangkara


cobra tim Bhayangkara komando elit prasabhara

cobra tim Bhayangkara tetap tegak berdiri dihantam badai

dengan syal dikepala ditopang sepatu laras, beplesku siap sedia membantu

berkawan dengan alam pantang surut berkarya sang cobra selalu siap sedia
Mandala Wangi-Pangrango (Puisi by Soe Hok Gie)
Mar 8, '07 1:55 PMfor everyone
Mandalawangi-Pangrango by : Soe Hok GieSenja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu aku datang kembali kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan dan aku terima kau dalam keberadaanmu seperti kau terima daku aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada hutanmu adalah misteri segala cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar'terimalah dan hadapilah dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara aku terima ini semua melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu aku cinta padamu Pangrango karena aku cinta pada keberanian hidupJakarta 19-7-1966

Istriku manis jangan menangis


KOMANDO BRIGADE 07


Wardan Rauf yang akrab disapa wanda copet. Angkatan pertama Saka Bhayngkara Ujung Tanah, Ahli dalam membuat skenario perjalanan untuk kegiatan lintas alam sedikit urakan dengan gaya cueknya namun pandai menjajal berbagai macam jenis rokok.

KOMANDO BRIGADE 07

Aril yang bernama lengkap Syahril Ghalib atau lebih akrab dengan sebutan Bholonk, angkatan kedua Saka Bhayngkara Ujung Tanah. ahli dalam melakukan survei lokasi pendidikan dan orientasi medan.

sanggar Bhakti Saka Bhayangkara UJung Tanah

entah sampai kapan sanggarku akan berubah, sedikit mewah dan ruangannya tidak berlubang dan digenangi air lagi...kasihan benar nasibmu kawan, padahal dalam ruang sempitmu dikau telah banyak menelorkan kader 2 pramuka handal dan mampu menjadi patriot dalam kehidupann ini. .......pak polisi ingattongki kodong

sepatuku sepatumu




walau kini wajahmu nampak kusut, tapi aku banyak berterima kasih padamu. tahun demi tahun engkau menemani aku. bermil mil jarak yang aku tempuh, tinggi gunung yang kudaki tak pernah menyurutkan nyalimu, kubangan lumpur yang menenggelamkan dirimu, keluhmu tak pernah terlintas ditelingaku sehingga aku sangat bangga padamu.


Maafkan aku bila selama ini terlalu mamaksakan dirimu, maklumlah dulu aku belum mampu mencari penggantimu wahai sepatuku. kini kusimpan dirimu, harapku memori kita dulu jangan sampai terhapus dalam ingatanmu. Cordoraku, kasogiku, dan adik korduraku tidurlah mimpi indahmu, dan jangan pernah marah lagi pada diriku

Pengetahuan Dasar Navigasi Darat


Date: Monday, September 10 @ 14:32:42 SGT
Topic: Pandakian Gunung


Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita, dan tanah air.


Peta
Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.

Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :

1. Judul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta
2. Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta
3. Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya
4. Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang berketinggian sama diatas permukaan laut.
5. Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).
6. Legenda peta, adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.


Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.


Koordinat
Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :

1. Koordinat Geografis (Geographical Coordinate)
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30"), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60").
2. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM)
Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1mm).


Analisa Peta
Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.

1. Unsur dasar peta
Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.
2. Mengenal tanda medan

Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :

1. Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan
2. Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah
3. Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah.
Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.


Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:

1. Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.
2. Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak
3. Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.
4. Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian
5. Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian
6. Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.

Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan.
Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk

Kompas
Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis).
Secara fisik, kompas terdiri dari :

1. Badan, tempat komponen lainnya berada
2. Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.
3. Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.

Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.

Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat

Orientasi Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya ( atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta:

1. Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.
2. Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar
3. Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya
4. Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan
5. Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.

Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.

Resection
Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dan dapat dibidik (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebon teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas). Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.
Langkah-langkah melakukan resection:

1. Lakukan orientasi peta
2. Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah
3. Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan ersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik).
4. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.
5. Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
6. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.



Intersection
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai. Sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.
Langkah-langkah melakukan intersection adalah:

1. Lakukan orientasi peta
2. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
3. Bidik obyek yang kita amati
4. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
5. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3
6. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.


Azimuth - Back Azimuth
Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth. Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:

* Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth sama dengan azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º
* Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya dama dengan 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, seiperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º

Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.
2. Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.
3. Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.
4. Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).
5. Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.


Merencanakan Jalur Lintasan
Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke gunung Semeru, tapi dengan menggunakan jalur sendiri.

Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan.

Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.

Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.

Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.

Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.
2. Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya
3. Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.
4. Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.
5. Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.


Penampang Lintasan
Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan.. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.

Beberapa manfaat penampang lintasan :

1. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan
2. Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan
3. Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu

Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang.

Langkah-langkah membuat penampang lintasan:

1. Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris dan penghapus
2. Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.
3. Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir.
4. Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.
5. Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.



[dari berbagai sumber]






This article comes from Himpas Vignecvara - STIE Malangkucecwara Malang
http://www.himpasvignecvara.org/

The URL for this story is:

pengenalan perlengkapan caving


MATERI PENELUSURAN GOA - 03
PENGENALAN PERALATAN

Gua mempunyai kondisi dan medan yang sangat lain dengan kondisi alam lainnya. Medan lumpur, tumpukan batu (boulder), air terjun, lorong sempit, lorong yang rendah, dan terutama sekali karena kondisi gua yang selain gelap gulita. Karena begitu kompleksnya kondisi dan medan gua tersebut, maka untuk menelusuri gua tersebut diperlukan peralatan yang bisa mendukung untuk kondisi dan medan tersebut. Terutama sekali peralatan ini juga harus dapat menjamin keselamatan kita.

Pada dasarnya peralatan caving dibagi menjadi dua :

1. PERSONAL EQUIPMENT (pribadi), terdiri dari:


a. Helm Speleo

Helm yang digunakan dirancang untuk mampu menahan benturan maupun jatuhan batu. Helm ini dirancang mampu menahan jatuhan batu dari berbagai sisi tertentu dan ketinggian tertentu. Mempunyai bagian yang berupa pita yang adjustable digunakan untuk mengikatkan helm pada kepala kita. Pada bagian depan terpasang peralatan tambahan yang berfungsi sebagai alat penerangan.
b. Boom (Generator Carbide)

Alat ini berupa tabung yang dihubungkan dengan sebuah slang ke helm. Terdiri dari dua bagian, tabung alas berguna untuk menampung air, yang dilengkapi dengan regulator saluran gas dan lobang tempat pengisian air. Tabung bawah digunakan untuk mengisi karbit.
c. Alat penerangan, ada dua macam:

Ø Elektrik : senter, head lamp

Ø Non elektrik: karbit, lilin

d. Cover All

Adalah sebuah pakaian khusus untuk penelusuran gua. Pakaian ini pada bagian baju dan celana tersambung jadi satu. Bagian atas berlengan panjang. Terbuat dari bahan parasut yang tidak terlalu tebal, dengan bagian-bagian yang sering mendapat gesekan dibuat dengan bahan yang Iebih tebal. Pakaian ini berfungsi untuk melindungi tubuh kita dari gesekan dan menahan panas tubuh kita pada gua yang berair.

e. Sepatu

Sepatu yang biasa digunakan adalah sepatu karet dan scpatu yang biasa digunakan militer. Keduanya punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

f. Sarung tangan

Berfungsi untuk melindungi tangan dari panas karena gesekan tali. ataupun melindungi tangan dari gesekan dengan dinding gua yang tajam dan kasar.


g. Pelampung

h. SRT set.

Peralatan ini menjadi peralatan pribadi untuk efisiensi tenaga dan efektifitas penelusuran, karena beberapa peralatan yang ada disesuaikan dengan ukuran tubuh pemakai. Dalam satu set SRT tcrdiri dari:

ü Seat Harness digunakan untuk mengikat tubuh yang dipasang pada pingggang dan paha, macam dan hentuk dari seat harness yang biasa di pakai adalah :

Ø Avanti

Ø Croll

Ø Rapide.

Ø Fractio


ü Ascender, peralatan ini digunakan untuk naik atau memanjat lintasan (tali), ascender dibedakan menjadi hand ascender digunakan untuk dipegang ditangan dan chest ascender, digunakan dengan diikatkan di dada, macamnya:

Ø Hand jammer

Ø Croll

Ø Basic jammer

Ø Jummar


ü Descender, digunakan untuk memuat lintasan (tali), ada banyak descender yang bisa digunakan:

Ø Capstand : ada dua jenis, yaitu simpel stop descender (bobin / non auto stop) dan auto stop descender.

Ø Whaletail, biasa digunakan para caver di Australia .

Ø Rack, ada dua macam yaitu open dan close rack.

Ø Figure of eight descender


ü Maillon Rapide (MR), ada tiga macam

Ø Delta MR digunakan untuk menyambung ( dua loop) sit harness

Ø Semi Circulair MR digunakan untuk menyambung ( dua loop) sit harness.

Ø Oval MR, diguanakan untuk menyambung chest ascender dengan delta MR atau semi sirkuler MR.


ü Chest Harness, digunakan unhik mengikatkan sit harness dengan dada.


ü Cows tail, dibuat dengan tali dinamik yang disimpul dengan salah satunya tali lebih pendek. Tali yang pendek digunakan sebagai pengaman/tambatan pengaman. Tali yang panjang digunakan untuk menghubungkan Hand ascender dengan tubuh. Dikedua ujung cowstail tersebut dipasang 2 karabiner delta non screw.

ü Foot loop, digunakan untuk pijakan kaki dan dihubungkan dengan ascender. Ada beberapa macam bentuk foot loop yang biasa digunakan.

2. TEAM EQUIPMENT (peralatan tim), terdiri dari :

A. Tali.

Tali yang digunakan harus benar-benar mempunyai kwalitas yang balk dan memerlukan perawatan yang baik pula.

Jenis tali Tali di bagi menjadi :

1) Hawsterlait
Jenis ini tidak dipakai dalam penelusuran gua vertical. Berbentuk Iilitan dari bahan nylon.

2) Kernmantel
Disebut jenis kernmantel karena mempunyai dua bagian yaitu bagian kern (bagian dalam/ inti), dan mantel (bagian luar/ pembungkusnya). Untuk vertical caving digunakan jenis static rope. kekuatan tali yang digunakan biasanya harus mengalami uji kekuatan terlebih dahulu. Tali yang biasa dipakai mempunyai kekuatan standard ba ik yang telah lulus uji dari UIAA (Union International Associate de Alpinisme) adalah sesuai dengan diameter tali tersebut yaitu :

Kekuatan Tali = A2 X 22 kg > A=diameter tali (mm)
Kekuatan tali ini akan berkurang karena penggunaan simpul, basah, dan pemasangan lintasan yang salah.

B. Ladders

Ladders atau tangga tali biasanya terbuat dari kawat baja atau dari tali dengan diameter tertentu (lebih kecil dari diameter tali yang digunakan untuk vertical caving). Ladders sangat efektif untuk digunakan pada pitch pendek, dengan bentuk lintasan overhang.

C. Tali Pita (Webbing)

Berbentuk tabung ataupun pipih (plate), sangat berguna untuk pemasangan tambatan alam, deviasi, maupun bentuk tambatan lainnya. Lebar webbing yang dianjurkan untuk digunakan lebih besar atau sama dengan 30 mm. Ukuran 25 mm jangan sekali-kali digunakan.
Dengan simpul tertentu kedua ujung webbing ini disambungkan untuk kemudian dijadikan penambat.


D. Padding

Padding adalah pelindung tali dari gesekan. Biasanya dibuat bahan kaltun terpal yang radial. yang kuat menerima gesekan.

E. Carabiner (cincin kait)

Fungsi alat ini sebagai pengait. Carabiner mempunyai beberapa macam bentuk sesuai dengan kegunaan dan fungsinya. Tiap produk carabiner yang ada telah mengalami uji kekuatan dari pabriknya untuk tarikan vertical maupun horisontal. Berdasarkan pengamannya carabiner dibagi menjadi dua :

Ø Carabiner Screw Gate :

Jenis ini mempunyai pengunci pada pintu atau gerbangnya.

Ø Carabiner Non Screw Gate:

Jenis ini tidak mempunyai pengunci pada pintu atau gerbangnya
berdasarkan bentuknya carabiner dibagi menjadi:


v Oval Carabiner

Jenis ini dirancang jika mendapat beban maka kedua sisinya (sisi utuh, maupun sisi pintu) mendapat beban yang sama.

v Delta Carabiner

Jenis ini dirancang jika mendapat beban maka kedua sisinya (sisi utuh, maupun sisi pintu) mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban Iebih besar da ri pada sisi pintu.

v D Carabiner

Jenis ini dirancang jika mendapat beban maka kedua sisinya (sisi utuh, maupun sisi pintu) mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban Iebih besar dari pada sisi pintu.

v A Carabiner

Jenis ini dirancang jika mendapat beban maka kedua sisinya (sisi utuh, maupun sisi pintu) mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban lebih besar dari pada sisi pintu.

v Hart Carabiner.

Jenis ini dirancang jika mendapat beban maka kedua sisinya (sisi utuh, maupun sisi pintu) mendapat beban yang sama.

F. Pengaman Sisip


Pengaman Sisip adalah peralalan tambahan untuk membuat tambatan. Penggunaan pengaman sisip sangat tergantung pada bentuk bawaan batuannya. Pemasangan yang bagus dan tepat sangat menentukan kekuatannya, tetapi perlu diperhatikan pada waktu akan dilewati jangan sampai terangkat kearah luar. Pengaman sisip yang sering digunakan adalah:

1. Chock Stopper

Jenis ini berbentuk piramida tumpul. Bisa digunakan untuk celah vertical maupun horisontal.

2. Hexentrik

Bisa digunakan untuk celah vertical maupun horisontal.


3. Friend

Jenis ini digunakatn untuk dibebani secara vertical.


4. Chock Stone

Jenis ini bekerja seperti pengaman sisip lainnya. Bisa terpasang dengan sendirinya ( batu yang terjatuh lalu terjepit pada celah), maupun sengaja dipasang.

5. Jammed Knot

Tehnik yang memasang pengaman sisip dengan menggunakan simpul pada webbing.
Pengamanan atau pemasangan pengaman sisip harus selalu dilatih untuk mengetahui/mendapatkan instink pemasangan yang benar dan aman, mengetahui bentuk berbagai bentuk celah yang disesuaikan dengan bentuk pengaman sisip yang digunakan.
Pengaman sisip yang talinya menggunakan nylon harus Iebih mendapat perhatian, karena lebih tidak tahan jika mendaluucur gesekan dibandingkan dengan yang mengggunakan kawat baja.

G. Paku Pitton

Adalah salah satu bentuk pengaman tambahan yang berbentuk seperti palm, yang ditanamkan pada celah vertical maupun horisontal. Piton akan sangat berguna pada beberpa jenis batuan, dart dengan pengalaman yang cukup untuk penelusuran gua vertical.
Penempatan pitton harus dengan cermat dan hati-hati, penempatan yang baik adalah te.gak lurus dengan bidangnya pemilihan jenis pitton harus sesuai dengan bentuk celahnya (vertical/ horisontal). Pitton dipasang dengan dipukul menggunakan hammer speleo, bunyi benturan pada saat dipukul antara pitton dengan batuannnya bisa dipakai untuk menentukan kekuatan pemasangan pitton tersebut.



H. Bolts

Pada penelusuran gua vertical jika kita tidak bisa menemukan natural anchor, maupun pemasangan pengaman sisip lainnya, maka satu- satunya pilihan adalah pemasangan bolts (bor tebing). Dengan bolts maka penelusur gua bisa menempatkan titik tambatan di tempat yang diinginkan.

Ukuran yang digunakan biasanya disesuaikan dengan jenis batuan yang akan dibor maupun beban yang akan diterima, ukuran standard yang biasa digunakan adalah 3 mm.

I. Hanger

Peralatan ini adalah pasangan dari bolts. Hanger ini digunakan untuk menambatkan tali. Bentuk-bentuk yang ada disesuaikan dengan medan yang ada Macam hanger yang ada :

Plate Hanger
Jenis ini digunakan untuk dinding yang tidak over hang, carabiner yang digunakan adalah carabiner oval, sisi carabiner harus selalu menempel dinding.

Twist Hanger
Jenis ini digunakan untuk dinding over hang maupun untuk roof, carabiner yang digunakan bisa carabiner oval maupun carabiner delta

Ring Hanger
Jenis ini digunakan untuk untuk dinding over hang maupun dinding lurus. Carabiner yang digunakan bisa carabiner oval maupun carabiner delta, juga bisa tanpa catabiner.

CIown Hanger
Jenis ini bisa digunakan di semua bentuk rnedan, hanger ini tidak menggunakan carabiner.

J. Driver

Digunakan untuk mengebor dinding/tebing

K. Hammer

Digunakan untuk mengetes batuan yang akan digunakan untuk anchor, maupun untuk mengebor tebing.

L. Tackle Bag

Tas khusus untuk penelusuran gua, terbuat dari bahan terpal yang tahan gesekan.

M. Pulley

Berbentuk kerekan, yang prinsip kerjanya untuk memperingan penarikan beban. Biasanya digunakan untuk rescue.


N. Alat Bantu

a. Roll module

b. Bombement Deviatur

Materi Panjat Tebing


Agustus 14, 2007 • 12 Tanggapan

Mohon maaf berhubung buru-buru saya belum sempat mengedit materi yang saya publish ini
Macam-macam Climbing
Climbing terbagi 5 macam yaitu
1) Bouldering
Pemanjatan tanpa menggunakan alat khusus dengan ketinggian maksimal 5 meter. Pemanjatan ini dilakukan sebagai pemanasan untuk pemanjatan pada medan yang lebh tinggi.
2)Aid Climbing / Artifical Climbing (Direct Aid Climbing)
Pemanjatan tebing ini dilakukan dengan menggunakan alat yang selengkap-lengkapnya
3) Bigwall Climbing (Indireck Aid Climbing)
Pemanjatan dengan menggunakan alat atau tidak dengan maksimal ketinggian 5 meter.
4) Free Climbing
Pemanjatan dengan menggunakan alat pengaman seadanya.
5) Free Soloing Pemanjatan ini biasanya dilakukan oleh master-master climbing karena memerlukan pengetahuan tentang climbing lebih jauh dan pemanjatan ini dilakukan tanpa pengaman sama sekali pada tebing-tebing yang tinggi
2.2 Latihan Fisik
Seorang climber biasanya melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan pemanjatan. Latihan fisik yang biasanya dilakukan diantaranya:
1) Push up
(min 100x dalam satu waktu), kegunaannya yaitu untuk melatih jari agar lebih kuat dalam memegang point.2)
Full up (min 15x dalam satu waktu), kegunaannya yaitu untuk melatih otot tangan .3)
Sit up (min 75x dalam satu waktu),
kegunaannya yaitu untuk melatih otot perut.4) Lari kegunaanya untuk melatih kaki agar tidak kram saat melakukan pemanjatam
5) Jumping jack2.3 Peralatan Climbing1) TaliTali dibagi 2 macam Tali serat alam (tali dadung)
Tali serat sintetis
Tali serat sintetis menjadi dibagi 2 yaitua. Tali Hau serlaid (terbuat dari nilon)
b. Tali Kern mantel, tali ini dibagi 2 bagian yaitu bagian mantel biasanya bagian ini terbuat dari kain khusus dan bagian inti yang umumnya bagian ini terbuat dari serabut-serabut nilon.
Tali kern mantel ada 3 jenis yaitu:

a. Dinamis, tali ini lentur dengan daya regang sekitar 30 % biasa digunakan untuk climbimg

b. Statis, tali ini kurang lentur dan daya regang sekitar 15% biasa digunakan untuk rappelling.

c. Semi, daya regang antara dinamis dan statis dapat digunakan untuk climbing maupun rappelling.
Cara perawatan tali

1. Usahakan tali jangan terlalu banyak terkena sinar matahari
2. Jaga tali jangan sampai tergesek benda tajam
3. Cuci tali kemudian keringkan di tempat yang tidak terlalu panas

4. Bila sudah kering gosok tali dengan menggunakan lilin
Hal yang dapat merusak tali

1.Tergesek benda tajam

2.Terlalu banyak terkena sinar matahari

3.Pemakaian yang tidak selayaknya, missal:tali dinamis dipakai untuk rappeling
2) Carabiner
Carabiner adalah pengaman pemanjat berupa cincin kail yang meyambungkan raner dengan badan climber yang dipasang pada harness.

Bahan-bahan carabiner:

1. Besi Baja
2. Campuran alumunium Jenis pinti carabiner:

1.Memakai kunci (screw gate,), carabiner jenis ini lebih aman tapi sulit untuk dipasang atau dilepas
2.Tanpa kunci, carabiner ini lebih mudah untuk dipasang dan dilepas tapi keamanannya tidak seperti carabiner screw gate.
3) HarnesYaitu pengaman yang dipakai oleh climber
Jenisnya yaitu:-sit harness
-full boby (body harness)4) SlinkSlink yaitu tali penggabung carabiner
Slink ada 2 macam yaitu:

a slink pita dapat digunakan untuk menyambung carabiner

b.slink prusik5) Raner
Raner yaitu gabungan antara carabiner dan slink6)
Sepatu Panjat
Sepatu panjat biasanya terbuat dari karet mentah, bagian depan dari sepatu panjat ini lebih keras agar kaki climber tidak sakit.7) Webing
Webing biasanya digunakan untuk pengaman badan climber pengganti harness yang umumnya terbuat dari nilon.
Kapasitas menahannya sekitar 4000 pon dan kekuatan menahannya tergantung dari simpulnya. Piton
Piton biasanya digunakan pada saat memanjat tebing alam fungsinya sebagai pengaman pemanjatan pengganti raner yang digunakan pada bongkahan-bongkahan batu.9) Cok
Cok bermacam-macam bentuknya, diantaranya bentuk persegi empat dan persegi enam. Bentuk segi empat panjangnya dari ½ cm-1 ½ cm dipasang pada bongkahan-bongkahan tebing, segienam ukuran panjangnya 2cm-5cm. Tali cok terbuat dari baja. Keuntungan menggunakan cok sebagai raner pada bongkahan-bongkahan batu ditebing adalah dapat dilepas kembali dengan menggunakan alat pembukanya.
10) Figure of eight Digunakan pada biley/ rappelin
11) Glops
Sarung tangan yang biasa dipakai oleh biley/ rappeling untuk menghindari gesekan langsung ke tali.12) Helmet

Helmet digunakan sebagai pelindung kepala climber
13)Chock Bag
Digunakan sebagai pengemas chock(magnesium) yang fungsinya untuk tangan dan kaki agar tidak licin ssat memanjat.
14) Stik Plan

Digunakan sebagai duscander untuk menuruni tebing umumnya terbuat dari alumunium
15) Rock Bandering
Pada zaman dahulu sering digunakan untuk mengemas peralatan panjat, tapi sekarang sudah tidak dipakai karena telah ditemukan harness untuk membawa peralatan panjat.
16)Ascander
Ascander digunakan untuk naik diudara(bukan pada tebing) dapat juga digunakan untuk menaiki tebing yang posisinya vertical.17)Discander
Discander digunakan untuk turun dengan menggunakan tali bukan pada tebing.
18) Pulley
Pulley digunakan untuk mengangkat peralatan dari bawah kepuncak tebing, bentuknya seperti katrol kecil dan terbuat dari campuran beton dan alumunium.
2.4 TEKNIK PEMANJATAN
A.
Kategori pemanjatan berdasarkan kondisi permukaan tebing
:Face climbing
Fristion Climbing
Fissure Climbing

B. Tumpuan
Tumpuan tangan
Tumpuan kaki
C. Gerakan

1. pemilihan jalur

2. keseimbangan dan koordinasi
3. penyesuaian tubuh terhadap tumpuan
4. penghematan energi dan istirahat
5. Traversing
6. janning, crack climbing, cinney7. mantlehelp8. ‘ v ‘ dan operhang
9. climbing down 2.5 BILEY
Biley adalah orang yang menentukan keselamatan dari climber oleh karena itu seorang biley harus berkonsentrasi penuh untuk menghindari kecelakaan pada climber. Maka dari itu dibutuhkan komunikasi dan kekompakan yang baik antara climber dan biley.
2.6 TEKNIK PEMASANGAN
Dalam pemasangan instalasi climbing, tali tidak boleh terkena / tergesek tebing langsung karena dapat merusak tali oleh karena itu diperlukan carabiner da slink untuk mengikat tali. Pemasangannya harus tepat dan benar untuk menghindari kecelakaan dan untuk memberikan rasa aman, nyaman pada saat pemanjatan.


Kategori: Pecinta Alam
trms atas informasi dan bantuan tman 2 yang telah membantu saya mengumpulkan bahan materi ini. irwan Al

Mengais Reski TPU Beroangin

Mengais Reski TPU Beroangin

Makassar – Memasuki bulan suci Ramadhan, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Beroangin tidak seperti biasanya, kali ini TPU yang bersebelahan dengan complex pasar Pannampu dan SD Inpres Beroangin ini, dipadati puluhan pedagang bunga. Dengan menggunakan tempat berukuran 1x 1 meter, para pedagang bunga musiman ini berjejer ditepi jalan menjajakan bunga bagi para peziarah yang memanfaatkan moment menjelang Ramadhan untuk datang menziarahi kuburan sanak saudara mereka.
Tak terkecuali Udin (35), lelaki paruh baya yang bermukim di sekitar TPU Beroangin, mengaku memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan dengan menjual bunga dan air bagi para peziarah.
Udin yang ditemui KM disela sela kesibukannya memotong daun pandang dan mengatur beberapa tangkai bunga mengunkapkan. Jika menjelang bulan Ramadhan seperti ini, TPU beroangin ramai dikunjungi para peziarah yang tidak hanya berasal dari Makassar tetapi ada juga yang sengaja datang dari daerah.
Tak heran jika Udin yang mengaku tidak mendapatkan Kompensasi BBM ini, mengajak istri dan anaknya untuk bersama sama menjual bunga dan air. Harga bunga yang dijual udin pun cukup bervariasi, mulai dari Rp. 2000 Rupiah sampai dengan Rp 3000 untuk satu kantong plastik, sementara untuk air, udin hanya menjualnya dengan harga Rp 1000 Rupiah perbotolnya.
Biasanya Udin mulai menggelar jualannya pada hari keempat memasuki Bulan Ramadhan. Modal yang dibutuhkan untuk memulai usahanya ini pun tidak terlalu besar, biasanya Udin membeli daun pandang dengan harga RP. 35.000 untuk 7 ikat daun pandang yang diperolehya dari para pedagang diwilayah kilo 4. sementara untuk bunga kamboja dan melati, udin memperolehnya dengan cara meminta kepada warga yang memiliki jenis bunga tersebut.
Tak jarang udin harus menuju ke kabupaten Gowa dan Maros untuk memperoleh jenis bunga tersebut. Biasanaya jenis bunga kamboja dan melati sangat kurang dikota Makassar, jadi saya harus ke Gowa dan Maros untuk mendapatkannya. ” Ungkap udin yang hanya tamat Sekolah Dasar. Al hasil keuntungan yang diperolehnya pun tidak tanggung tanggung bisa mencapai kisaran Rp 100 ribu perhari.
Menurut Udin, kebiasannya ini telah dimulainya sejak kecil. lelaki yang juga berfrofesi sebagai buruh bangunan ini menambahkan, jika menjual bunga tidak hanaya dilakukannya menjelang ramadhan saja , tetapi juga pada hari raya Idul Fitri.
Lain Hal dengan Arifuddin (36), lelaki yang juga bermukim disekitar TPU Beroangin ini, mengaku tak mau melewatkan moment yang hanya terjadi sekali setahun ini. Dengan bermodalkan sebuah sempritan dirinya memanfaatkan lahan kosong didepan area TPU untuk dijadikan tempat parkir.
Dari usahanya ini Arif begitu dia dipanggil, mampu memperoleh keuntungan sampai ratusan ribu rupiah. Tarif parkir yang dikenakan kepada para pemilik kendaraan pun cukup bervariasi. Biasanya untuk jenis kendaraan roda dua Arif mematok harga Rp. 1000 Rupiah perkendaraan, sementara untuk kendaraan Roda empat, di patok harga Rp. 2000 Rupiah. Tapi tak jarang ada pemilik kendaraan yang memberinya bayaran lebih dari harga yang telah ditetapkannya “ kalau orangnya naik mobil pribadi, biasanya saya dikasi Rp. 5000 Rupiah. “ Sahut arif yang juga berfrofesi sebagai buruh bangunan ini.
Pemandangan seperti ini juga terlihat dibeberapa TPU yang ada di Makassar, seperti yang terlihat di TPU Andi Tonro, TPU Dadi, Panaikang serta beberapa TPU yang ramai di kunjungi peziarah beserta penjaja bunga dan air (Wan)

EIGER

CONSINA

Rabu, 08 Oktober 2008

keluarga besar Irwan Ahmad lamo

menginjakkan kaki dipuncak gunung tertinggi dipulau jawa menjadi obsesi saya sejak lama. walaupun masih banyak gunung lebih tinggi dibanding semeru, namun tetap menjadi satu kebanggaan bagi saya pribadi dan organisasi ketika menapakkan kaki digunung yang mermpunyai ketinggian 3676 mdpl. weeeeeeesss lokasi saya berdiri berjarak kurang lebih 50 m dari kawah jonggring seloka yang setiap lima menit memuntahkan bahan material berupa batu dan debu vulkanik ( Gempa Tremo)Wajah manismu, tatapan matamu semua begitu sempurna, hingga ucapku syukur kehadirat yang maha kuasa yang telah menitipkanmu padaku. hari - hariku yang penuh tantanagan hidup, seakan ringan begitu bertemu dan membelai rambut indahmu. Anakku tumbuh dengan sejuta impian untuk menjadi yang terbaik dari yang terindah. aku ayahmu Imam muslim mujahidin. nama itu sengaja kuberikan padamu, dengan harapan kelak dikau akan menjadi seorang pejuang yang muslim yang jujur dan berani membela Al-Qurannmu.

semanggi




Senin, 06 Oktober 2008

imam itu pemimpin bagiku


kalau saat ini tingkahmu masih bengis, itu karena usiamu yang masih muda. tapi ayah mengerti....itu hanya sesaat saja. semoga kelak nanti kau menjadi lebih baik

kau

imam

anak maharajaku


iqfa yang manis, kelak engkau dewasa nanti, jadilah anak yang soleh, taat hukum dan cinta orang tua serta tanah airmu. imam muslim mujahidin nama itu sengaja kuberikan padamu semoga kelak nanti engkau bisa menjadi seorang pejuang sejati membela agama dan tanah air tecinta

Jumat, 26 September 2008

Menggapai Tanah Paling Tinggi. Bagian ke 2


Hura - hura, huru - hara selamat jalan. selamat datang di ketenangan alam malam. pagi yang sejuk ketika pertama kali kuinjakkan kaki dikampung lembanna. sebuah dusun kecil yang terletak dikaki gunung mulut raja ( Bawakaraeng ) 1994. Basri sibocah kecil menentang sebilah parang dengan sarung diselempang hendak menuju kesawah, seperti itulah kehidupan yang saya rasakan dari ketinggian kurang lebih 1000 mdpl. badanku mulai kaku, ditusuk dinginnya lembayung, telingaku mendengung diterpa angin gunung yang sejuk. mataku mulai lihai memilih satu persatu rumah penduduk yang akan ku singgahi. rata rata rumah di kampung berdinding kayu dengan atap seng yang pakunya sudah tercabut.

Kamis, 25 September 2008

menggapai tanah paling tinggi



Tak sekedar basa - basi, hidup berdampingan dengan alam adalah kenyataan yang tidak dapat terhindarkan. ketika saya menginjak usia 17 tahun, perlahan saya mulai bergelut dengan ganasnya kehidupan. sampai suatu masa, saya diperkenalkan dengan sebuah perjalan yang begitu menantang sekaligus mengasah wawasan saya akan alam indonesia beserta seluruh isinya. berpetualang, mendaki gunung, menyusuri lorong gua, memanjati tebing tinggi, mengarungi samudra luas....hidupku berubah, jiwaku mulai keras, peka terhadap konflik sosial dan gejolak alam. ketika aku sadar, kini aku telah menjadi seorang petualang.

akhir kata, selamat datang di puncak para dewa

Akhir 2004, saya bersama enam orang teman, Tona ( wplh Grafitasi ), sudirman ( sinlamba ), Toni ( KPA Dirsa ), Pardi ( OPA Ciprus ), Adi ( OP kaputren ) dan saya sendiri yang saat itu membawa tiga bendera organisasi, yaitu Saka Bhayangkara Ujung tanah, WPLH Grafitasi MKS dan Wanasastra Indonesia, tergabung dalam tim ekspedisi pendakian gunung semeru , sepakat untuk menjajal keganasan sekaligus mitos kental gunung semeru yang berada dipropinsi jawa timur. awalnya ekspedisi ini bernama Ekspedisi Merah Putih Jawa, Bali, Lombok dengan target pendakian Gunung Semeru, gunung Rinjani dan gunung Agung. namun karena keterbatasan biaya sehingga tim memutuskan untuk mendaki gunung semeru saja. tanggal 24 oktober, dengan menggunakan KM Prima Vista tim meninggalakan pelabuhan soekarno Hatta menuju surabaya. keberangkatan tim dilepas teman teman yang selama ini setia membantu kami , baik dalam proses pencaraian dana maupun melengkapi logistik yang akan kami bawa.